Whats about Demo ?
![]() |
Presiden Joko Widodo
keluar setelah acara pelantikan presiden dan wakil presiden di Komplek
Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).(KOMPAS.com/GARRY
LOTULUNG)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "6 Hal Menarik di Acara Pelantikan Presiden 2019", https://www.kompas.com/tren/read/2019/10/21/073147665/6-hal-menarik-di-acara-pelantikan-presiden-2019?page=all. Penulis : Rosiana Haryanti Editor : Heru Margianto |
Assalamualaykum warahmatullah wabarakatuh
Terhitung sejak tanggal 20 Oktober 2019, presiden baru akan dilantik. Disana lah awal tanggung jawab baru dalam memegang amanat bangsa. Walau sebelumnya bagi beliau itu bukan merupakan hal yang baru.Pengalaman selama empat tahun merupakan waktu yang cukup lama untuk mengarungi setiap masalah yang ada. Yang pastinya 264 juta indonesia sangat menunggu janji-janji yang pernah dilontarkan. Adapun bagi oposisi, masa-masa ini merupakan waktu untuk menenangkan diri setelah sebelumnya adu argumentasi, adu gagasan. Baru setelah presiden dilantik oposisilah yang berhak mengkritik kebijakan serta langkah yang dilakukan presiden bila terjadi kontroversi.
Ane melihat moment dilantik presiden merupakan moment paling yang ditunggu-tunggu. Bukan hanya karena kesakralannya tetapi juga menjadi awal gerak presiden baru. Dengan melihat kondisi bangsa yang terakhir kini banyak kejadian. Tentunya, membuat saya tertarik.
Berbicara soal presiden tentunya merupakan sosok figur yang memang amat di hormati. Oleh karena itu, ketika kita ingin membangun aspirasi untuk disampaikan kepada beliau harus sesuai dengan etika yang ada. Apalagi sekarang sudah keluar UU penghinaan kepada presiden.
![]() |
| Demo mahasiswa tolak RUU KUHP. ©Liputan6.com/Johan Tallo |
Bilamana melihat kejadian kemarin, salah satu usaha untuk menyampaikan aspirasi yang dilakukan oleh mahasiswa kemarin adalah berdemo. Demo merupakan reaksi mahasiswa akibat dari tidak didengarnya keinginan rakyat terhadap keputusan yang ada. Mereka menggunakan strategi yang massif dan reaktif untuk menyuarakan aspirasi. Sebenarnya nggak ada hal yang salah dengan hal terssebut. Namun, yang menjadi perhatian adalah tujuan demo tersebut kadang tidak sejalan atau bahkan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu. Akibatnya, terjadi kerusuhan, kericuhan bahkan memakan korban jiwa. Ane banyak sekali mendengar kasus tersebut dari temen-temen ane yang ikutan demo kemarin mengenai soal RUU KUHP. Ada yang malah mundur karena tidak sesuai tujuan lah, ada yang ngerusak fasilitas publik. Ya memang kita tidak bisa menjudge suatu tindakan dari satu sisi. Namun, perlu diperhatikan baik dan buruknya. Bilamana hal itu baik bagi kita ya tentu kenapa tidak dijalankan. Bilamana hal tersebut buruk bagi kita ya kenapa tidak di tinggalkan.. Its easy.. tidak perlu dipikir panjang.
Okay kalau begitu apa ada hal yang lain bisa dilakukan selain berdemo??
Tentu ada langkah lain yang bisa dilakukan. Langkah ini mungkin sudah pernah terpikirkan namun, terkadang orang masih menganggap hal yang tidak terlalu penting. salah satunya adalah kita sebagai rakyat adalah ikut mengusulkan dalam mengenai pengesahan RUU KUHP yang ada. Karena awal pemicu dari demo adalah rakyat tidak dilibatkan dalam perumusan, lalu tiba-tiba malah disahkan. Karena melihat kita adalah negara demokrasi yang harusnya rakyat diberi keleluasaan untuk mengusulkan hal pendapat. Karena RUU KUHP dibuat untuk siapa lagi? Ya untuk rakyat kembali. Masalahnya adalah apakah pemerintah terbuka untuk rakyat. Melihat akhir-akhir ini rakyat serasa di bungkam. Tidak diberi hak untuk berbicara. Tentu hal ini membuat miris . Karena, seakan-akan pemerintah anti terhadap kritikan.
Karena sikap tertutup pemerintahlah yang menyebabkan demo terakhir-akhir ini.
Jalan terakhir yang mungkin bisa dilakukan adalah satu yaitu mendo'akan. Berdo'a pada saat ini kebanyakan hanya dalam keadaan genting saja. Serta terkadang orang tidak terlalu serius dalam berdo'a. Do'a yang kita lafadzkan kepada Allah swt merupakan senjata yang paling ampuh bagi seorang muslim.
Perlu kita tahu bahwa do'a seseorang itu mempunyai start dan finish. Seperti halnya kita mengikuti lomba akhir. Tentunya harus ada usaha-usaha yang dilakukan agar dalam berlari kita tetap stabil. Begitupun doá yang kita panjatkan, Allah akan melihat seberapa kita konsisten dalam berdo'ä. Karena Allah swt melihat kita dari prosesnya bukan dari hasil yang kita capai. Lalu bila ada yang bertanya, mengapa Allah swt tidak mengabulkan doá saya. Saya sudah hampir berhari-hari, berminggu-minggu tetapi, seakan tidak ada jawaban. Itu bukan berarti Allah tidak mengabulkan do'a kita. Tetapi, Allah sengaja menerlambatkan do'a kita. Agar kita tetap dalam do'a tersebut. Kebayang dong kalau kita berdoá langsung dikabulin. Apakah kita masih berdo'a ?? Ya enggak pasti enggak dong.
Contoh deh analogi yang lain, ketika ada seorang anak yang ingin kepengen sesuatu terus minta sama Ibunya. Pastinya agar keinginan si anak itu terkabul dia harus merengek terlebih dahulu agar hati orang tuanya terpanggil. Begitupun ketika kita meminta kepada Allah swt, kita harus bermanja-manjaan kepada-Nya. Allah paling senang kalau ada hambanya yang sering meminta, sering bermanja-manja gitu deh. Pokoknya waktu bermanja-manjaan sama Allah, curhat sama Allah merupakan waktu yang berharga banget. Selalu berpositif thinking bahwa Allah akan mengabulkan. Karena Allah itu sesuai dengan prasangka hambanya. Selain itu nggak ada hal yang tidak mungkin oleh Allah. Cukup dengan "Kun Fayakun", jadilah maka terjadilah. Nothing impossible
Terlepas dari hal itu semua usaha yang dilakukan temen-temen untuk menyadarkan para pemimpin sudah benar. Tinggal bagaimana kita sebagai generasi muda tidak mudah terprovokasi, termakan emosi serta memang mengedepankan apresiasi.
Baik, kayaknya udah kebanyakan kata sekian isi dari pikiran saya .. nantikan postingan yang selanjutnya
Wa'alaykumsalam warahmatullah wabarakatuh
Sumber : Isi Pikiran Ane dan Temen Ane (Fauzi Abdurrahman)
Baginda Nabi Muhammad
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِّهِ فَإِنْ لَمْ
يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ
أَضْعَفُ الْإِيْمَانِ
“Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran, maka hendaknya ia
menghilangkannya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan
lisannya. Orang yang tidak mampu _dengan lisannya_, maka dengan hatinya.
Dan dengan hati ini adalah lemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)
Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/84166/memahami-amar-maruf-nahi-munkar-secara-benar
Konten adalah milik dan hak cipta www.islam.nu.or.id
Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/84166/memahami-amar-maruf-nahi-munkar-secara-benar
Konten adalah milik dan hak cipta www.islam.nu.or.id
Baginda Nabi Muhammad
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِّهِ فَإِنْ لَمْ
يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ
أَضْعَفُ الْإِيْمَانِ
“Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran, maka hendaknya ia
menghilangkannya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan
lisannya. Orang yang tidak mampu _dengan lisannya_, maka dengan hatinya.
Dan dengan hati ini adalah lemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)
Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/84166/memahami-amar-maruf-nahi-munkar-secara-benar
Konten adalah milik dan hak cipta www.islam.nu.or.id
Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/84166/memahami-amar-maruf-nahi-munkar-secara-benar
Konten adalah milik dan hak cipta www.islam.nu.or.id


Komentar
Posting Komentar